
Dewi Puspa Sari, S.Si., Ketua MGMP Matematika Kota Batam. Kehadiran beliau memberikan perspektif antarmata pelajaran dalam menyikapi isu-isu pendidikan terkini, terutama terkait topik yang diangkat, yaitu "Penyamaan Persepsi dan Sosialisasi Pembelajaran Mendalam."
Sosialisasi Pembelajaran Mendalam
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS merupakan wadah profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui kolaborasi, diskusi, dan pengembangan kompetensi. Pada hari Selasa, 27 Mei 2025, MGMP IPS Kota Batam menyelenggarakan kegiatan pertemuan rutin yang bertempat di SMP Negeri 3 Batam. Kegiatan ini diikuti oleh 33 orang guru IPS dari berbagai sekolah di Kota Batam.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua MGMP IPS, Moh.
Ihsan, S.Pd dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Dewi Puspa Sari,
S.Si. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bukanlah sebuah kurikulum, melainkan merupakan sebuah pendekatan atau strategi pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam proses berpikir
tingkat tinggi. Tujuan utama pembelajaran mendalam adalah agar siswa tidak
hanya mengetahui apa yang mereka pelajari, tetapi juga memahami mengapa dan bagaimana pengetahuan tersebut
dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Beberapa ciri utama dari pendekatan pembelajaran mendalam
yang disampaikan oleh narasumber antara lain:
1.
Berpusat pada siswa, mendorong eksplorasi, pertanyaan kritis, dan pemaknaan.
2.
Mengaitkan materi
dengan konteks nyata, sehingga siswa dapat
melihat relevansi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
3.
Menekankan pada proses,
bukan hanya hasil akhir, termasuk kolaborasi,
refleksi, dan pengembangan keterampilan abad 21.
4.
Mendorong transfer
pengetahuan lintas mata pelajaran, sehingga
siswa membangun pemahaman yang utuh dan menyeluruh. Misalnya guru mapel IPS
dapat bekerjasama dengan mapel Seni Budaya, atau Pendidikan Pancasila, dsb.
5.
Pembelajaran Mendalam
terdiri dari Berkesadaran (mindful), Bermakna ( meaningful), dan
Menggembirakan (joyful)
Dalam sesi diskusi, peserta MGMP membahas bagaimana
pendekatan pembelajaran mendalam dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran
IPS. Beberapa guru membagikan praktik baik seperti penggunaan studi kasus,
proyek berbasis masalah, dan pemanfaatan sumber belajar lokal untuk mengaitkan
materi dengan realitas sosial di sekitar siswa. Disepakati bahwa penerapan
pembelajaran mendalam memerlukan kesiapan guru dalam merancang pembelajaran
yang bermakna, serta dukungan dari lingkungan sekolah untuk mendorong inovasi.
Kegiatan MGMP IPS ini memberikan wawasan baru dan
memperkuat pemahaman bersama tentang pentingnya transformasi dalam strategi
pembelajaran. Ditekankan kembali bahwa pembelajaran mendalam bukanlah suatu
kurikulum baru yang harus dihafal atau diubah strukturnya, melainkan pendekatan
yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum yang ada demi mendorong
pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa. Dengan penyamaan
persepsi ini, diharapkan para guru IPS dapat mengimplementasikan pendekatan
pembelajaran mendalam dalam kegiatan belajar mengajar secara bertahap dan
konsisten. Kegiatan ditutup dengan kesepakatan tindak lanjut berupa pengumpulan
contoh praktik pembelajaran mendalam di kelas untuk didiskusikan pada pertemuan
MGMP berikutnya.